KAWASAN BERMAKNA

SAMPURASUN.!! SALIRA LEBET DI WEWENGKON BLOG NU DIPERCANTEN SALAWASNA NUMBUL SINARENG TIASA KAWENTAR KAKONCARA KAJAMPARING KA ANGIN-ANGIN... SELAMAT ANDA TELAH MEMASUKI KAWASAN BLOG BERMAKNA NAN JAYA SEPANGJANG MASA DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Cakra Buana Indonesia

PENCAK SILAT

GURU SMPN 12

KOTA BOGOR

Pembelajaran Kelompok Peserta Didik

SMP IT ABN Kota Bogor

Kresna

Sang Raja Nan Cakra Manggala

LOGO

IPSI DAN CBI

JHS 20

Buitenzorg

Tampilkan postingan dengan label Dunia Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Lain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Patriotik di Dadaku ~ Makna Harkitnas Yang Terabaikan

Dipati Karna dalam perang baratayudha membela Kurawa sampai tetes darah penghabisan justru demi kejayaan Pandawa Lima yang nota bene adalah adik-adiknya sendiri, yaitu; Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Senjata Pasopati milik Arjuna akhirnya berhasil membuat Dipati Karna perlaya di medan tegal kuru setra.

Gatot Kaca sebagai panglima perang dari pasukan elit angkatan udara menjadi tawur (tumbal) dan gugur di medan jurit oleh senjata kunta, satu-satunya rudal milik Dipati Karna yang justru atas strategi Batara Kresna agar senjata Kunta yang hanya dapat satu kali digunakan itu tidak jadi diarahkan kepada Arjuna yang menjadi sasaran utama Dipati Karna.

Resi Bisma yang tak mempan oleh serangan senjata apapun dan berfihak kepada kurawa justru dipecundangi oleh seorang prajurit wanita bernama Srikandi.

Kumbakarna gugur di medan perang demi membela tanah air tanah tumpah darahnya yaitu negara Alengka Dirja yang justru dipimpin oleh seorang raja yang diktator dan sangat kejam yaitu Rahwana (Prabu Dasamuka) kakaknya sendiri yang kala itu tengah bertempur melawan balatentara Rama, Lesmana, Anoman, Anggada, Anila dan Sugriwa.

Gunawan Wibisana adiknya Kumbakarna justru berfihak kepada pasukan Rama dan dibuktikan dengan maju bertempur justru melawan putranya Rahwana yang bernama Indrajit (Megananda) yang memiliki senjata pemusnah masal yaitu panah Nagapasa. Dikala itu Rama, Lesmana dan pasukannya hampir dikalahkan oleh Indrajit dan justru Gunawan Wibisana lah yang mampu menandingi dan membinasakannya.

Itulah beberapa contoh para kesatria yang rela berkorban jwa raga serta harga diri demi kejayaan nusa dan bangsa (Patriotisme) versi wayang yang didasari rasa cinta dan bangga terhadap negara/tanah air tercinta (Nasionalisme).

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kita mengenal banyak pahlawan yang kesemuanya memiliki jiwa Nasionalisme dan Patriotisme untuk mewujudkan cita-citanya. Contohnya adalah Robert Wolter Monginsidi yang rela berkorban di hukum oleh penjajah Belanda dan gugur dihadapan satu pasukan regu tembak, Kapiten Pattimura yang rela gugur di atas tiang gantungan, Komodor Yos Yoedarso rela tenggelam bersama pasukannya dalam suatu pertempuran heroik di laut Aru demi mempertahankan tanah air dan berhasil menyelamatkan 2 bahtera lainnya, I. Gusti Ngurah Rai mengomandoi puputan (perang sampai tetes darah penghabisan) di Margarana demi kejayaan nusa dan bangsa. Srikandi-Srikandi Indonesia pun telah membuktikan jiwa nasionalisme dan patriotisme, bahkan bertempur maju ke garis depan seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Herlina si Pending Emas. Dan masih banyak hal-hal lainnya yang kesemuanya mereka jalani dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih. Esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, gugur satu tumbuh seribu, dari pada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah... "Merdeka atoe Mati."

Sungguh prihatin banyak para pelajar & mahasiswa (pemuda) sebagai penerus bangsa yang belum memahami makna dari hari "Sumpah Pemuda", padahal seharusnya mereka wajib tahu latar belakang dan cita-cita para pemuda bangsa Indonesia di kala tersebut.

Sesungguhnya para pelajar (mahasiswa) saat itu baru menyadari pentingnya rasa persatuan dan kesatuan, maka timbulah rasa nasionalisme & patriotisme yang sangat tinggi dengan terbentuknya Budi Utomo pada tgl 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak sejarah lahirnya Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

20 (dua puluh) tahun kemudian para pemuda Indonesia pun berikrar yang terkenal dengan sebutan "Sumpah Pemuda" pada tgl 28 Oktober 1928 yang menyatakan bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu; Indonesia dan pada saat itu pula Wage Rudolf Supratman salah satu pemuda Indonesia untuk yang pertama kalinya memperkenalkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dengan iringan musik biola tanpa syair lagu mengingat situasi & kondisi pada waktu itu.

Bisa kita bayangkan sungguh mulia cita-cita para pemuda bangsa Indonesia pada saat itu padahal kemerdekaan bangsa Indonesia baru bisa diraih pada tgl 17 Agustus 1945, itupun atas inisiatif & desakan para pemuda kala itu yg berbeda pendapat dg kalangan tua hingga memicu terjadinya penculikan Soekarno - Hatta dlm insiden Rengas Dengklok setelah rakyat Indonesia mendengar kekalahan Jepang oleh tentara Sekutu dlm perang dunia kedua. Artinya 17 (tujuh belas) tahun sesudah pemuda/i bersumpah baru diperoleh kemerdekaan tersebut.

Jadi rasa persatuan, kesatuan, cinta & bangga terhadap Indonesia (Nasionalisme) serta semangat rela
berkorban demi kejayaan nusa bangsa (Patriotisme) mereka pertahankan selama 20 + 17 = 37 (tiga puluh tujuh) tahun demi mencapai cita-cita kemerdekaan yang mereka dambakan bersama. Sekarang untuk mengisi kemerdekaan bisakah kita mempererat rasa kesatuan dan persatuan? Bisakah kita tetap bersatu? Bisakan kita memiliki jiwa nasionalisme & patriotisme selama 37 th? Bisakah kita rela berkorban demi mencapai cita-cita bersama yg dilandasi 5 (Lima) Pilar Kebangsaan?  Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika , dan Kerukunan Nasional. Hanya sejarah dan sang waktu jualah yang bisa menjawab semuanya... It's Ok!!

Sekarang di era reformasi ini apakah masih ada manusia-manusia Indonesia yang masih memiliki jiwa Nasionalisme dan Patriotisme tersebut?? Apakah hasil Pilpres September 2014 dapat mengeliminir dan mengatasi dekadensi moral bangsa?? Why not?
Raden Arjuna
Raden Arjuna

Pidato monumental Bung Tomo Tgl 10 Nopember 1945
Membakar semangat Patriotisme dan Nasionalisme ~> Download


Korupsi didadaku...
Korupsi kebanggaanku ~> Download

Role Playing
Cinta Tanah Air ~>  Download

Sabtu, 17 Agustus 2013

Muammar Khadafi "Perlaya" dibantai NTC

Suatu ketika... Syaidina Ali bin Abi Tholib berhasil melumpuhkan musuhnya & pedang zulfaqor
terhunus dan siap menebas batang leher sang pecundang... tiba2 muka Ali di ludahi oleh lawannya... seketika Ali  melemparkan pedang jauh2 maka sang musuh bertanya keheranan kenapa engkau tak jd membunuhku? Ali menjawab: Pada awalnya aku ingin membunuhmu karena Allah tapi  jika tadi kulakukan maka aku membunuhmu bukan karena Allah, tapi karena membencimu & aku tak akan pernah mau melakukan apapun selain karena Allah semata.

Dalam kisah Barata Yudha diceritakan Raden Abimanyu (Putra Raden Arjuna) sang putra mahkota yang berjuang membela Pandawa dihabisi oleh pasukan Kurawa dikeroyok secara licik padahal sang pangeran Abimanyu yang sendirian sudah tidak berdaya, tapi malah dieksekusi beramai-ramai tanpa ampun hingga  gugur sebagai kesuma bangsa dalam keadaan jazad yang sangat menggenaskan.

Raden Arjuna membalasnya dengan membunuh Jayadrata yang disinyalir menjadi penyebab utama sang putranya perlaya di medan jurit. Sementara Adipati Karna yakin dapat membunuh Raden Arjuna dalam peperangan di tegal kuru setra. Namun Prabu Kresna menjadikan Raden Gatot Kaca menjadi tawur atau perisai hidupnya Raden Arjuna hingga justru Raden Gatot Kaca yang merupakan panglima perang yang berasal dari pasukan elit angkatan udara harus menemui ajalnya diterjang oleh rudalnya Adipati Karna yang bernama senjata Kunta. Adipati Karna yang diprediksi bakal mengalahkan Raden Arjuna justru malah terpenggal kepalanya oleh senjata Pasopatinya Raden Arjuna. Akhirnya perang saudara antara Pandawa dan Kurawa yang banyak melibatkan banyak negara-negara itupun dimenangkan oleh fihak Pandawa.

Sekarang telah terjadi perang saudara di negara Libya antara pasukan loyalis Kolonel Muammar Khadafi berhadapan dengan pasukan pemberontak yang menamakan Pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) dan pertempuran menjadi tidak seimbang karena pasukan tentara NTC dibantu oleh tentara Fakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato) yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan konco-konconya.

Akhirnya sang mantan pemimpin eksentrik Libya Muammar Khadafi yang dimasa kejayaannya sering kali dikelilingi oleh para pengawal elit yang cantik-cantik (Pasukan Amazon) harus menemui ajal dengan tragis, disiksa, diseret dari lubang persembunyiannya dan akhirnya dieksekusi dengan berondongan tembakan di kepala dan perutnya oleh tentara NTC, padahal Khadafi sudah tidak berdaya dan sempat memohon untuk tidak dieksekusi, bahkan Raja Afrika itu masih sempat memberi nasihat kepada tentara pemberontak tapi malah dibentak dan dibunuh tanpa ampun.

Istri Khadafi sangat bangga atas keberanian suami dan anak-anaknya, menghadapai 40 negara dan antek-antek asing di Libia, selama enam bulan. "Mereka adalah syuhada," demikian Arrai, mengutip istri Khadafi.

Akhir hidup Khadafi mirip dengan kisah tragis Raden Abimanyu, tapi apabila pasukan tentara NTC yang nota bene beragama Islam mau bercermin kepada kisah pertempuran Syaidina Ali bin Abi Tholib singa padang pasir yang selalu dapat mengalahkan musuh-musuhnya dalam suatu peperangan, maka Khadafi sang diktator Islam mungkin akan lebih manusiawi apabila mengalami nasib yang sama dengan Saddam Husein mantan presiden Iraq, yaitu menjalani persidangan dan dinyatakan telah terbukti bersalah, lalu dihukum gantung. Namun pengadilan yang paling adil itu adalah pengadilan Allah SWT yang akan dilakukan diakhirat kelak.

Halo.. halo.. PBB, negara-negara Arab, negara-negara Islam, Liga Arab, OKI, Amerika Serikat, Inggris,
Perancis dan semua negara di dunia... kapan dunia damai.. banyak yang cinta damai.. tapi perang makin ramai... bingung... bingung kumemikirkan";^_^;"


Senin, 26 Maret 2012

Cupu Manik Astagina (HP Canggih Milik Dewa-Dewi)

Cupu Manik Astagina, konon adalah Hand Phone nya (Internet) milik Dewa-Dewi  yang manfaatnya jauh lebih dahsyat dari HP tercanggih di masa kini maupun HP di masa depan. Dewa Surya  adalah sang pemilik HP nan canggih itu kemudian memberikannya kepada sang kekasih tercinta, yaitu Dewi Indradi sebagai tanda mata karena sang Dewi sebagai bidadari harus segera turun kedunia untuk menjalani takdirnya menjadi seorang manusia biasa. Dewa Matahari itupun berpesan agar HP yang sangat canggih tersebut jangan sampai diketahui oleh manusia apalagi menggunakannya karena akan menimbulkan suatu mala petaka bagi kehidupan manusia apabila tak dapat menggunakan HP tersebut sebagaimana mestinya.

Singkat cerita Dewi Indradi di dunia menjadi istri seorang brahmana bernama Resi Gotama dan hidup bahagia dengan ketiga putra dan putrinya, yaitu; Dewi Anjani, Guwarsa dan Guwarsi. Namun ditengah kebahagiannya, Dewi Indradi telah lupa dengan pesan dari Dewa Surya untuk tidak memberikan Cupu Manik Astagina terhadap manusia, mungkin Dewi Indradi saking cinta dan sayangnya terhadap Dewi Anjani dianggap putrinya yang berparas cantik jelita itu adalah seorang bidadari yang berhak menerima HP nan canggih tersebut sebagai kado hadiah ulang tahunnya yang ke 17. Sementara untuk kedua putranya yang sangat ganteng-ganteng melebihi aktor papan atas telah dipersiapkan hadiah-hadiah yang tidak kalah menariknya.

Malapetakapun mulai terjadi yang diawali dengan suatu pertengkaran hebat diantara ketiga putra putrinya tersebut, karena masing-masing merasa berhak memiliki HP canggih yang bisa dijadikan sebagai alat komunikasi bersama Dewa-Dewi di kahyangan, bisa melihat-lihat dunia maya maupun dunia nyata bahkan bisa melihat-lihat keindahan dunia lain. Cupu Manik Astagina merupakan HP  super canggih yang dilengkapi fitur-fitur yang super lengkap yang tidak akan pernah bisa diciptakan oleh manusia.

Akhirnya Dewi Anjani, Guwarsa dan Guwarsi yang sudah keranjingan HP super canggih tersebut dan mungkin sudah terlalu banyak melakukan  kesalahan dalam memanfaatkan HP tersebut, mereka bertiga terkena kutukan. Mereka yang merasa paling cantik dan paling ganteng, kini telah berubah menjadi 3 (tiga) ekor monyet/wanara/kera dan harus menjalani takdirnya sampai ajal menjemput mereka semua.

Hanya Dewi Anjani yang wajahnya berwujud KERA, tapi tubuhnya tetap manusia, sementara kedua adiknya total berwujud KERA akibat KERAnjingan HP Cupu Manik Astagina dan tidak memanfaatkannya secara positif. Guwarsa telah berubah namanya menjadi Subali, adiknya Guwarsi namanya menjadi Sugriwa.

Beruntunglah ketiganya sadar atas kekeliruan yang telah diperbuat dan mereka ikhlas menjalani takdirnya masing-masing dengan suatu kekuatan do'a, usaha maksimal, kerja keras serta patuh atas nasehat ortu (Resi Gotama) hingga walaupun buruk rupa tapi hati tetap "Beriman" (Bersih., Indah dan Nyaman). Hal inilah yang menghantarkan mereka beserta keturunannya menjadi para kesatria pinilih dan menjadi pemimpin arif  dalam sebuah kerajaan yang disukai kawan dan disegani lawan. Merekapun tanpa ragu-ragu  mengabdikan diri dan berkoalisi dengan Rama serta Lesmana demi menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebhatilan yang senantiasa dipertunjukkan oleh seorang Raja angkara murka dari kerajaan Alengka Dirja bernama Prabu Dasamuka alias Rahwana beserta konco-konconya.

Kesimpulannya bahwa HP canggih tersebut semenjak dimiliki oleh manusia, ternyata banyak menimbulkan suatu masalah karena telah menjadi keranjingan dan terutama banyak yang memanfaatkannya kepada hal-hal yang negatif.

Cupu Manik Astagina adalah hasil karya Walmiki, yang dikisahkan semenjak ribuan tahun yang lalu. Dari analisis kisah tersebut, Walmiki seolah-olah memprediksi dan memberi pesan moral terhadap seluruh umat manusia bahwa dimasa yang akan datang akan tercipta HP dan apabila tidak memanfaatkannya secara baik, maka akan menimbulkan suatu malapetaka bagi kehidupan manusia itu sendiri;*_^;"



KARMAPALA 01 CUPU MANIK ASTAGINA : Video 1 Klik ~> Disini

KARMAPALA 02 SUBALI DAN SUGRIWA     : Video 2 Klik ~> Disini




Selasa, 25 Oktober 2011

Muammar Khadafi "Perlaya" dibantai NTC

Suatu ketika... Syaidina Ali bin Abi Tholib berhasil melumpuhkan musuhnya & pedang zulfaqor
terhunus dan siap menebas batang leher sang pecundang... tiba2 muka Ali di ludahi oleh lawannya... seketika Ali  melemparkan pedang jauh2 maka sang musuh bertanya keheranan kenapa engkau tak jd membunuhku? Ali menjawab: Pada awalnya aku ingin membunuhmu karena Allah tapi  jika tadi kulakukan maka aku membunuhmu bukan karena Allah, tapi karena membencimu & aku tak akan pernah mau melakukan apapun selain karena Allah semata.

Dalam kisah Barata Yudha diceritakan Raden Abimanyu (Putra Raden Arjuna) sang putra mahkota yang berjuang membela Pandawa dihabisi oleh pasukan Kurawa dikeroyok secara licik padahal sang pangeran Abimanyu yang sendirian sudah tidak berdaya, tapi malah dieksekusi beramai-ramai tanpa ampun hingga  gugur sebagai kesuma bangsa dalam keadaan jazad yang sangat menggenaskan.

Raden Arjuna membalasnya dengan membunuh Jayadrata yang disinyalir menjadi penyebab utama sang putranya perlaya di medan jurit. Sementara Adipati Karna yakin dapat membunuh Raden Arjuna dalam peperangan di tegal kuru setra. Namun Prabu Kresna menjadikan Raden Gatot Kaca menjadi tawur atau perisai hidupnya Raden Arjuna hingga justru Raden Gatot Kaca yang merupakan panglima perang yang berasal dari pasukan elit angkatan udara harus menemui ajalnya diterjang oleh rudalnya Adipati Karna yang bernama senjata Kunta. Adipati Karna yang diprediksi bakal mengalahkan Raden Arjuna justru malah terpenggal kepalanya oleh senjata Pasopatinya Raden Arjuna. Akhirnya perang saudara antara Pandawa dan Kurawa yang banyak melibatkan banyak negara-negara itupun dimenangkan oleh fihak Pandawa.

Sekarang di kawasan Timur Tengah selalu bergejolak diantaranya telah terjadi perang saudara di negara Libya antara pasukan loyalis Kolonel Muammar Khadafi berhadapan dengan pasukan pemberontak yang menamakan Pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) dan pertempuran menjadi tidak seimbang karena pasukan tentara NTC dibantu oleh tentara Fakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato) yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan konco-konconya.

Akhirnya sang mantan pemimpin eksentrik Libya Muammar Khadafi yang dimasa kejayaannya sering kali dikelilingi oleh para pengawal elit yang cantik-cantik (Garda Amazon) harus menemui ajal dengan tragis, disiksa, diseret dari lubang persembunyiannya dan akhirnya dieksekusi dengan berondongan tembakan di kepala, kaki dan perutnya oleh tentara NTC, padahal Khadafi sudah tidak berdaya dan sempat memohon untuk tidak dieksekusi, bahkan Raja Afrika itu masih sempat memberi nasihat kepada tentara pemberontak tapi malah dibentak, disiksa dan dibunuh tanpa ampun.

Istri Khadafi sangat bangga atas keberanian suami dan anak-anaknya, menghadapai 40 negara dan antek-antek asing di Libya, selama enam bulan. "Mereka adalah syuhada," demikian Arrai, mengutip istri Khadafi. Dikhabarkan bahwa mendiang Kolonel Muammar Khadafi sempat menuslis surat wasiat


Surat wasiat ini dilaporkan diserahkan Khadafi kepada tiga orang kerabatnya. Salah satu dari mereka tewas tertembak, seorang lainnya ditangkap, seorang lagi berhasil melarikan diri saat penyerangan di Sirte.


Demikian isi Wasiat Khadafi:

"Ini adalah wasiatku. Saya, Moammar bin Mohammad bin Adussalam bin Humayd bin Abu Manyar bin Humayd bin Nayil al Fuhsi Khadafi, bersumpah tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Saya bersumpah bahwa saya akan mati sebagai seorang Muslim.

Jika saya terbunuh, saya ingin dikuburkan, sesuai dengan ritual Islam, dengan pakaian yang saya kenakan pada kematian saya dan tubuh saya tidak dimandikan, di pemakaman di Sirte, di samping keluarga dan kerabat.

Saya ingin agar keluarga saya, terutama wanita dan anak-anak, diperlakukan dengan baik sepeninggal saya. Rakyat Libya harus melindungi identitas, pencapaian, sejarah dan citra membanggakan dari nenek moyang dan pahlawannya. Rakyat Libya jangan melupakan pengorbanan manusia-manusia terbaik itu.

Saya menyerukan kepada para pendukung saya untuk meneruskan perjuangan, dan melawan setiap negara asing yang melawan Libya, hari ini, besok dan selamanya.

Biarkan rakyat merdeka di seluruh dunia tahu bahwa kita bisa saja memberikan penawaran dan menjual tujuan kita demi keamanan pribadi dan kehidupan yang stabil. Kami menerima banyak tawaran untuk itu, tapi kita memilih berada di garda depan konfrontasi yang merupakan tugas dan kehormatan kami.

Walaupun kita belum menang, tapi kita memberikan pelajaran kepada generasi di masa depan bahwa melindungi negara adalah kehormatan dan menjualnya adalah pengkhianatan besar yang akan selalu diingat oleh sejarah."

Akhir hidup Khadafi mirip dengan kisah tragis Raden Abimanyu, tapi apabila pasukan tentara NTC yang nota bene beragama Islam mau bercermin kepada kisah pertempuran Syaidina Ali bin Abi Tholib singa padang pasir yang selalu dapat mengalahkan musuh-musuhnya dalam suatu peperangan, maka Khadafi sang diktator Islam mungkin akan lebih manusiawi apabila mengalami nasib yang sama dengan Saddam Husein mantan presiden Iraq, yaitu menjalani persidangan dan dinyatakan telah terbukti bersalah, lalu dihukum gantung. Namun pengadilan yang paling adil itu adalah pengadilan Allah SWT yang akan dilakukan diakhirat kelak.



Halo.. halo.. PBB, negara-negara Arab, negara-negara Islam, Liga Arab, OKI, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Indonesia dan semua negara di dunia... sekarang Israel akan menyerang Iran tentu saja Amerika Serikat dan sekutunya mendukung Israel sementara Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya di kawasan Timur Tengah justru malah cari aman sendiri tidak peduli sama sekali, Iran dibiarkan berjuang mempertahankan kedaulatannya sendirian, Imam Ali Khameney, Presiden Mahmud Achmad Dinejad dan Pasukan Pengawal Revolusi (Pasdaran), tentara dan rakyat Iran telah bersiap-siap menjadi sumbu perang dunia ke-3... kapankah dunia akan damai... banyak yang cinta damai.. tapi perang makin ramai... bingung... bingung kumemikirkan";^_^;"

Garda Amazon